Beranda > Tazkiyatun Nafs > “DUNIA ITU GELAP, AKHERAT ITU TERANG”

“DUNIA ITU GELAP, AKHERAT ITU TERANG”

Alkisah, dalam suatu kajian akbar yang dihadiri kurang lebih 3000 jamaah, seorang mubaligh terkenal didaulat untuk memberikan tausyiah-nya. Setelah mengisi tausiyah selama kurang lebih satu jam, mubaligh tersebut menutup kajian dengan sebuah pernyataan: “DUNIA ITU GELAP, AKHIRAT ITU TERANG BENDERANG”. Pernyataan tersebut diulangnya sampai tiga kali. Kemudian mubaligh tadi menyatakan bila jama’ah setuju dengan pernyataannya, maka jama’ah boleh bubar. Dengan gemuruh jama’ah menjawab: “Setujuuuuu !!!” dan bubarlah hampir seluruh jam’ah yang hadir.

Namun ada tiga pemuda yang duduk di barisan depan masih belum beranjak dari tempat duduknya, karena masih menganggap ucapan mubaligh tadi salah dan terbalik. Mereka pun bergumam: ”Ah masa’ dunia yang terang benderang ini dikatakan gelap, sedang kubur yang gelap malah dikatakan terang?!” Sejurus kemudian, sambil tersenyum sang mubaligh menghampiri ketiga pemuda tersebut, sambil bertanya: “Mengapa kalian belum beranjak dari tempat duduk kalian?” Mereka pun menjawab: “Ya ustadz, kami belum mengerti dengan kalimat yang ustadz ucapkan tadi” Sang mubaligh pun kemudian mengajak ketiga pemuda tersebut ke sebuah gua.

Sang mubaligh kemudian menyuruh ketiga pemuda tersebut untuk masuk ke gua, dan menyuruh mereka mengambil kerikil-kerikil dari dalam gua. Pemuda yang pertama bergumam dalam hatinya: ”Ah… saya tidak akan tertipu dengan ucapan mubaligh tadi, masa’ saya disuruh masuk ke gua, tidak diberi lentera, atau obor tapi malah disuruh mengambil kerikil. Ah… saya tidak mau mengambil kerikil-kerikil itu”. Pemuda yang kedua bergumam juga dalam hatinya: “Ah…mubaligh tadi benar nggak ya? Masak saya disuruh mengambil batu krikil, buat apa ya???. Tapi tak apalah sekedarnya saja aku akan mengambil dua buah kerikil saja biar tidak dimarahi oleh mubaligh”. Pemuda yang ketiga lain  lagi: “Pokoknya aku percaya ucapan mubaligh tadi, aku akan mengambil kerikil-kerikil sebanyak mungkin”. Pemuda yang ketiga ini memenuhi saku-sakunya dengan kerikil-kerikil, mulai dari saku bajunya, saku celananya, bahkan tasnya pun dia penuhi dengan kerikil-kerikil tersebut.

Setelah seperempat jam, mubaligh tadi memanggil ketiganya keluar dari gua: “Hai… kalian bertiga keluarlah”. Kemudian ketiga pemuda tersebut keluar dari gua, namun baru saja mereka beranjak dari mulut gua, sebuah batu besar menggelinding dari atas bukit dan menutup pintu gua tersebut dengan rapat.

“Sekarang apakah kalian sudah mengerti bahwa dunia itu gelap dan akherat itu terang benderang?”, tanya sang mubaligh. “Belum ustadz”, jawab ketiga pemuda tersebut. “Sekarang lihatlah apa yang sebenarnya kalian ambil dari gua tadi. Itu bukanlah kerikil, itu adalah permata berlian”. Ketiga pemuda tersebut pun kaget. Pemuda yang kedua menyesal: “Ah.. mengapa aku hanya mengambil dua berlian saja. Coba kalau aku tadi mengambil lebih banyak lagi…” Pemuda yang pertama, yang tidak percaya pada ucapan mubaligh tadi lebih menyesal lagi, dan meminta untuk masuk lagi kedalam gua, tapi itu sudah tidak mungkin karena gua sudah tertutup batu besar. Pemuda yang ketiga bersyukur karena dia mempercayai ucapan mubaligh tadi dan banyak mengumpulkan berlian-berlian, bisa untuk bekal di kehidupannya.

Itulah kisah ketiga pemuda tersebut, yang bisa kita ambil hikmahnya. Kehidupan kita didunia ini, ibarat didalam gua, yang nanti akan tertutup batu besar atau sakaratul maut, dan kita akan mengetahui apa-apa yang kita perbuat, shalat kita puasa kita, sedekah kita, seakan akan biasa-biasa saja bagaikan kerikil-kerikil tadi. Tapi kita tidak tahu bahwa amalan amalan ibadah yang diperintahkan Alloh SWT, yang kita anggap biasa tadi besok di akherat dan setelah kita mengalami kematian dan berjumpa dengan Alloh SWT, kita akan tahu, ternyata memang berharga sekali untuk kehidupan akherat kita.

Dunia memang menggelapkan kita, amalan kita seperti sama saja antara yang haq dan yang batil, antara ibadah dan maksiat, tapi nanti diakhirat kita akan terang melihat semua itu ternyata amal ibadah kita yang diperintahkan Alloh sungguhlah berharga, dan akan mendapat balasan yang begitu membahagiakan kita yang belum terlintas dalam pikiranmkita, belum pernah terlihat, dan belum pernah terdengar oleh telinga kita.

Orang-orang yang kafir akan meminta untuk dihidupkan kembali kedunia ini untuk beramal, namun semuanya telah terlambat, sakaratul maut telah datang, leher berkeringat, dahi mengkerut, mata terbelalak, badan dingin, nafas terengah. Marilah sobat kita intropeksi diri, mari kita bersungguh-sungguh beribadah, memurnikan dan meluruskan niat kita hanya untuk Alloh semata.

لِغَدٍ قَدَّمَتْ مَّا نَفْسٌ وَلْتَنظُرْ اللَّهَ اتَّقُوا آمَنُوا الَّذِينَ أَيُّهَا يَا

 -١٨- تَعْمَلُونَ بِمَا خَبِيرٌ اللَّهَ إِنَّ اللَّهَ وَاتَّقُوا

Wahai orang-orang yang beriman! Bertakwalah kepada Allah dan hendaklah setiap orang memperhatikan apa yang telah diperbuatnya untuk hari esok (akhirat), dan bertakwalah kepada Allah. Sungguh, Allah Maha Teliti terhadap apa yang kamu kerjakan (QS Al Hasyr: 18)

فِي وَالْمُجَاهِدُونَ الضَّرَرِ أُوْلِي غَيْرُ الْمُؤْمِنِينَ مِنَ الْقَاعِدُونَ يَسْتَوِي لاَّ

 وَأَنفُسِهِمْ بِأَمْوَالِهِمْ الْمُجَاهِدِينَ اللّهُ فَضَّلَ وَأَنفُسِهِمْ بِأَمْوَالِهِمْ اللّهِ سَبِيلِ

 عَلَى الْمُجَاهِدِينَ اللّهُ وَفَضَّلَ الْحُسْنَى اللّهُ وَعَدَ وَكُـلاًّ دَرَجَةً الْقَاعِدِينَ عَلَى

 -٩٥- عَظِيماً أَجْراً الْقَاعِدِينَ

Tidaklah sama antara orang beriman yang duduk (yang tidak turut berperang) tanpa mempunyai uzur (halangan) dengan orang yang berjihad di jalan Allah dengan harta dan jiwanya. Allah melebihkan derajat orang-orang yang berjihad dengan harta dan jiwanya atas orang-orang yang duduk (tidak ikut berperang tanpa halangan). Kepada masing-masing, Allah menjanjikan (pahala) yang baik (surga) dan Allah melebihkan orang-orang yang berjihad atas orang yang duduk dengan pahala yang besar (An Nisa 95).

(Disarikan dari Khutbah Jum’at Ustadz Anhari di Masjid Al Jihad RSJS)

  1. Mohamad Zaini
    19 April 2013 pukul 22:10

    Dunia itu menyilaukan mata hati, sehingga mata hati tsb tdk dpt memandang apa yg ada secara keseluruhan.

  1. No trackbacks yet.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: